you're reading...
Posting Berita

Mengapa Kaum Islamis Menggusur Sekuler?

 

 Mereka mengklaim bahwa revolusi Arab dimulai oleh pemberontakan kaum liberal. Sebaliknya, kejatuhan para tirani Arab telah membawa kemujuran dan kemenangan bagi kalangan Islamis di panggung politik.

Usai pemilu di negara-negara Arab dan Afrika Utara, partai-partai yang berbasis pada ideologi Islam telah menghancurkan kaum liberal. Partarungan politik di sejumlah negara Arab dengan sangat telak dimenangkan kaum Islamis, dan menyingkirkan kaum liberal dari kancah politik.

Di Tunisia, negara pertama yang menyelenggarakan pemilu setelah menggulingkan diktator lama, Partai En-Nahdhah memenangkan 40 persen dukungan suara dari rakykat, yang berlangsung 23 Oktober, dan yang akan menulis konstitusi baru. Konstitusi baru yang lebih mengadopsi kalangan Islamis, dan ini menjadi sebuah kemenangan politik. Meskipun, kemenangan ini harus menunggu waktu 40 tahun, sampai tersungkurnya rezim tiranik, Zine el Abidin ben Ali.

Sebulan kemudian, Partai Keadilan dan Pembangunan dan sekutunya memenangkan mayoritas dalam pemilihan umum Maroko. Kaum Islamis Maroko menguasi parlremen, dan memimpin pemerintahan baru, yang akan mengubah sebuah sistem pemerintahan yang selama dibawah kekuasaan raja. Sekarang, peristiwa politik yang paling penting di dunia Arab, yang akan membawa nuansa perubahan politik di seluruh kawasan Arab, yaitu pemilu di Mesir, yang kemudian dimenangkan oleh partai-partai Islam yang mendominasi parlemen pertama negara itu yang dipilih secara bebas.

Pada putaran pertama dari tiga putaran pemungutan suara, dua kelompok Islam memenangkan mayoritas parlemen. Ini sebuah perubahan besar. Perubahan tingkat politik yang pasti akan berdampak luas. Seluruh kawasan Timur Tengah. Di mana: koalisi yang dipimpin oleh Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) mendapat 37% suara, sementara Partai al-Nour memenangkan 24,4%. Bila digabungkan kedua kekuatan politik itu, pasti akan mencapai mayoritas di parlemen.

Blok koalisi partai-partai besar liberal, hanya mendapatkan sepertiga jauh yaitu 13,4%. FJP adalah partai yang dibentuk oleh Ikhwanul Muslimin, kelompok Islam yang dinilai moderat, sedangkan Partai al-Nour mewakili Salafi.

Dengan momentum di pihak kaum Islamis diprediksikan akan memenangkan putaran berikutnya. Karena kecenderungan masyarakat Mesir, yang sebagian besar mereka taat beragama (Islam) itu, pasti akan mendukung partai-partai Islam, dan akan meninggalkan partai liberal atau sekuler. Putaran kedua dan ketiga, diprediksi akan dimenangkan lagi kekuatan politik Islam. Di mana akan berlangsung pada `14 Desember dan 9 Januari 2012 mendatang.

Mengapa kaum liberal yang mengklaim menggerakkan revolusi Arab, bernasib begitu buruk dalam pemilu? Di Kairo, sebagai suara sedang dihitung, aku mendengar penjelasan dari rakit liberal berkecil hati. Mereka hakekatnya tidak memiliki akar di kalangna akar rumput. Kalangan liberal dan sekuler itu, tak lain, kalangan “salon”, yang hanya ramai di surat kabar dan media.

Mereka tidak memiliki basis gerakan yang kuat di kalangan rakyat. Ide-ide mereka selalu bertabrakan dengan kebutuhan rakyat Mesir. Tidak menyentuh kepada kepentingan rakyat langsung. Mereka hanyalah identik dengan kepentingan penjajah Amerika dan Israel. Mereka hanya menjadi pelayan penjajah Amerika dan Israel. Karena itu, tidak pernah mereka dapat menyentuh hati rakyat Mesir. Apalagi, tokoh yang mereka usung, seperti Mohammad el-Baradei, tak pernah tinggal di Mesir. El-Baradie tinggal di Amerika dan Austria. Baru revolusi di Mesir usai, kemudian el-Baradei tampil, dan ingin mendapatkan dukungan politik rakyat. Itu mustahil.

Sementara itu, kelompok-kelompok Gerakan Islam, seperti Ikhwanul Muslimin dan Salafi, sudah melakukan aktifitas hampir satu abad (100 tahun). Mereka sudah melakukan berbagai kegiatan di tengah-tengah masyarakat, mendidik masyarakat sepanjang waktu, sehingga mereka memiliki akar yang kuat di tengah-tengah masyarakat.

Melalui tandzim (organisasi) mereka, mereka melakukan transformasi (perubahan), terutama pemahaman rakyat terhadap Islam. Jadi partai, organisasi, dan jamaah bagi mereka benar-benar menjadi alat perubahan melalui pendidikan. Doktrin pendiri Jamaah Ikhwan, Hasan al-Banna, “nahnu du’at qabla ala kulli syai”, benar mereka terapkan.

Kelompok Islamis Mesir menyelenggarakan kegiatan yang berhubungan langsung dengan rakyat kecil, melaui kegiatan sosial dan pendidikan. Mereka mengumpulkan dana dari anggota mereka, dan dukungan dana dari sejumlah negara Arab, dan mereka gunakan membantu rakyat yang sedang tertimpa kesusahan. Mereka mendirikan sekolah, rumah sakit, dan lembaga-lembaga karitas lainnya, yang mereka arahkan membantu rakyat kecil. Tetapi, yang palintg penting mereka mendidik rakyat, memahami ajaran Islam, dan mengamalkan Islam dalam segala aspek kehidupan. Kebiasaan itu terus berlangsung betapapun Hosni Mubarak berusaha mengeleminir gerakan mereka.

Mereka kaum Islamis hidup di tengah-tengah rakyat miskin, hidup bersama mereka, dan membantu segala kebutuhan mereka. Mereka bukan hanya berbicara politik, tetapi berbuat banyak secara langsung yang berkaitan dengan berbagai kesulitan rakyat. Mereka orang-orang yang jujur dan dapat dipercaya serta amanah. Karena itu, rakyat Mesir bersimpati kepada mereka. Mereka berjuang demi rakyat, dan mendirikan berbagai lembaga yang semua diarahkan dalam membantu rakyat.

Kaum liberal hanya bergerak di permukaan, dan tidak langsung berhubungan dengan rakyat, mereka hanya bermain opini dengan dukungan media Mesir, seperti al-Ahram, al-Misr al Youm, dan media lainnya, dan mendapatkan dukungan miliarder yang beragama Koptik, yaitu Naguib Sawiris yang menjadi anggota terkemuka dari blok sekuler Mesir.

Konon kalangan militer Mesir nampaknya lebih percaya kepada kalangan Islamis, khususnya bagi menyangga masa depan Mesir, dibandingkan mengandalkan kepercayaan kepada kalangan sekuler. Kalangan militer sudah melihat gejala, bahwa kalangan sekuler dan liberal Mesir, hanyalah perpanjangan tangan Amerika dan Israel, dan itu dapat membahayakan masa depan Mesir.

Banyak kalangan kemenangan kaum Islamis di Mesir itu, tak lain, akibat manipulasi doktrin agama, tetapi kenyataannya mayoritas rakyat Mesir memilih kalangan Islamis, yang mereka anggap dapat menjamin kesalamatan dan perubahan bagi masa depan Mesir.

Rakyat yang sering dicemoohkan mayoritas bodoh (70 persen buta hurup), tetapi mereka rata-rata memiliki pengetahuan politik yang sangat tinggi. Mereka mengerti tentang situasi politik, bahkan mereka dapat memberikan informasi dan analisa yang cukup baik, tentang konflik Arab-Israel, ketika ditanyakan kepada mereka.

Hal itu, seperti dikatakan seorang yang pernah berkunjung ke Mesir, di Kairo, saat di dalam taksi berbicara dengan sopir, dia memiliki pengetahuan yang sangat luas tentang politik. Di pasar pun demikian saat bertemu dengan seorang pedagang kelontong di pasar, mereka juga nampak memiliki pengetahuan politik yang luas.

Artinya, pilihan mereka terhadap calon-calon yang mereka pilih itu, didasarkan kesadaran politik. Hal ini ini, akibat pendidikan yang dijalankan oleh kalangan Islamis terhadap rakyat Mesir, sudah berlangsung sejak gerakan-gerakan itu berdiri, seperti Ikhwan yang lahir tahun 1928, melangsungkan pendidikan kepada rakyat Mesir, secara ajek. Inilah yang menguatkan basis politik Ikhwan di Mesir, yang tidak goyak oleh kondisi apapun.

Kalangan Islamis, yang selama ini mereka selalu disikapi dengan negatif dan dinilai dengan “under estimate”, ternyata mereka jauh lebih baik dalam memahami makna demokrasi dibandingkan kaum liberal. Para En-Nahdhah dan FJP itu tidak hanya lebih terorganisir, mereka juga berkampanye lebih cerdas. Mereka sudah memiliki akar yang sangat dalam, karena mereka sudah berinteraksi dengan rakyat, jauh sebelum pemilu berlangsung.

Mengantisipasi tuduhan bahwa mereka akan berusaha untuk memaksakan sebuah negara agama (Islam), kalangan Islamis membentuk aliansi dengan beberapa partai-partai sekuler dan kiri, dan tidak berusaha mendominasi pemerintahan.

Seperti politisi yang profesional, mereka bertindak cerdas, di mana mereka bermain dengan kekuatan mereka, memanfaatkan niat baik yang dihasilkan dengan menyediakan layanan sosial – rumah sakit gratis dan klinik, dapur umum, dan membagikan sup – di lingkungan rakyat miskin. Semua itu berlangsung jauh, sebelum pemilu. Dengan tulus, bukan karena kepentingan suara.

Mereka orang-orang yang saleh, dan meyakinkan para pemilih, mereka akan menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, tidak ada tempat sekecil apapun bagi pemerintahan yang korup. Bahkan Salafi, yang secara terbuka mengedepankan agenda pemerintahan yang akan meniru para generasi awal (salaf), yang bertumpu pada ajaran Islam, dan akan berusaha benar-benar jujur.

Setelah memenangkan pemilu kaum Islamis sekarang terbukti menjadi demokrat yang baik? Ada alasan untuk berharap. En-Nahdhah dan FJP yang memenangkan sebagian besar suara, mereka telah berusaha untuk memperluas aliansi dan membawa liberal lebih ke barisan mereka. Para kritikus mengatakan ini semua tipuan, tapi pemilih Tunisia dan Mesir tidak mempunyai pilihan lain, dan tidak mungkin mereka menggadaikan nasib mereka kepada kaum liberal.

Kalan sekuler dan liberal gagal, karena mereka tak pandai menggunakan dan memanfaatkan demokrasi seperti kalangan Islamis, dan mereka tidak pernah dekat dengan rakyat. Sejatinya mereka itu, hanya membawa agenda bagi kepentingan Amerika dan Israel, dan hanya mengikuti arahan mereka.

Tidak pernah berlaku independen, dan menjadi kekuatan politik, yang serius, sebagaimana kalangan Islamis, yang sudah berbuat banyak bagi rakyat. Tidak sedikit kalangan Islamis, yang harus mewakafkan nyawa mereka berhadapan dengan rezim-rezim tiranik, yang menjadi “begundal” Amerika dan Israel. Sementara itu, saat-saat yang genting, kaum liberal dan sekuler, justeru menikmati hubungan dengan para tiran. (al-afghan).

 

About IslamPosting

Muslim

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Review

Review islamposting.wordpress.com/ on alexa.com
free counters
%d blogger menyukai ini: