you're reading...
Posting Berita

Islamis Mesir Menyapu Suara di Pedesaan

 

 Islamis nampaknya menyapu suara di daerah pedesaan Mesir yang sebagian besar miskin. Dalam putaran kedua rakyat miskin di pedesaan Mesir, mereka lebih memilih memberikan suaranya kepada kalangan Islamis, saat berlangsung pemilihan pada hari Rabu dan Kamis. Di putaran kedua pemilihan parlemen tahap ketiga ini, kemungkinan besar kalangan Islamis akan memenangkan pemilihan.

Sementara itu, kalangan minoritas Kristen Koptik, berkeinginan melihat kekuatan Islamis ‘dalam legislatif, yang sebagian besar memilih partai-partai liberal – di kabupaten Hulu Mesir, dimana terjadi pengkutuban sektarian yang sangat kental.

Bahkan sebelum penggulingan Presiden Hosni Mubarak, orang-orang Kristen – yang merupakan 10 persen dari 87 juta penduduk Mesir – sering mengeluhkan adanya diskriminasi dan kekerasan sektarian yang meningkat beberapa tahun terakhir ini.

Kemudian, terjadinya revolusi yang sangat dramatik itu, seperti kotak pandora, yang memberikan keleluasaan terhadap kalangan Islamis bergerak dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam bidang politik. Mereka mendirikan partai politik dan ikut dalam pemilu parlemen.

Kalangan Kristen menuduh militer yang berkuasa tidak berbuat banyak menghentikan kekerasan. Bahkan, kalangan Kristen Koptik menuduh, militer mendukung kaum Islamis melakukan kampanye penghancuran terhadap Koptik. Seperti Oktober, ketika tentara menyerang kelompok Kristen yang melakukan aksi protes di pusat kota Kairo , menewaskan 24 orang.

Daerah yang dikenal sebagai “Upper Mesir,” yang meliputi desa-desa selatan Kairo dan membentang di sepanjang Sungai Nil sampai ke perbatasan Sudan, sudah lama terganggu oleh ketegangan sektarian.

Di sini, kompetisi  pekerjaan dan sumber daya, ditambah dengan konservatisme agama tumbuh dan pemerintah hampir tidak dapat berbuat banyak memicu meningkatnya wabah kekerasan dalam beberapa tahun terakhir. Kerusuhan berdarah telah meletus paling sering selama berlangsungya konversi agama. Di mana orang-orang Koptik masuk ke dalam agama Islam.

Dalam bulan-bulan sejak terjadinya revolusi, wilayah di selatan diguncang oleh pembakaran gereja, kerusuhan skala kecil, dan bahkan kalangan Islamis berhasil menggulingkan gubernur Kristen Qena. Ini yang membuat situasi krisis antara Koptik dan Islamis terus membara bagaikan api.

Islamis diperkirakan memenangkan mayoritas telak di parlemen, dan kalangan Kristen takut sistem akan berubah, bahkan akan berlakunya sistem yang sekarang diinginkan kalangan Islam yang  menerapkan syariah Islam.

“Mereka akan membuat (Mesir) sebuah negara Islam dan mereka akan memaksa kita untuk memakai cara hidup Islami,” kata Selwa Gaber, seorang ibu rumah tangga Kristen yang memberikan suara di kota Mesir Upper Beni Suef. Putrinya, Marina Magdy, mengatakan “Orang Kristen akan memilih Wafd,” tambah putrinya, Marina Magdy.

Mohamed Shehata, yang melakukan jajak pendapat Partai Konservatif Salafi Nour bersikeras bahwa ketakutan seperti itu berlebihan. “Kita semua satu. Kita tidak dipisahkan oleh agama”, tandasnya. Dia mengatakan bahwa Partai Nour  ingin mendirikan negara Islam, tetapi tidak punya rencana  mengubah hak-hak hukum orang Kristen.

Pendukung dari kedua partai Nour dan kelompok Islam yang lebih moderat dan populer, Partai Kebebasan Keadilan (FJP), yang merupakan sayap politik Jamaah Ikhwanul Muslimin, mengklaim banyak orang Kristen memilih Partai Kebebasan.

Menurunnya toleransi beragama adalah salah satu alasan orang Kristen Mesir dan liberal takut pemerintah Islam. Pendapatan pariwisata Mesir sejak berlangsungnya revolusi, ungkap Reuters, Selasa.

Kristen dan liberal takut bahwa lahirnya pemerintah Islam yang akan membuat berbagai peraturan yang melarang kebiasaan mereka. Sejumlah kandidat dari Partai Nour  berjanji melarang alkohol dan pakaian yang membuka aurat.

“Saya pribadi khawatir tentang pariwisata, karena Salafi ingin menutup pantai,” kata Mohamed Heggo, seorang salesman muslim di kota Beni Suef selatan Kairo. Heggo mengatakan bahwa dia pernah mengunjungi Ras Mohamed, wilayah pantai di Semenanjung Sinai Mesir, dan salah satu lokasi utama menyelam di dunia. Meskipun dia tidak bekerja di bidang pariwisata, Heggo mengatakan ia bisa menghargai olah raga laut itu. “Sebuah tempat seperti Ras Muhammad merupakan 80 persen pendapatan pariwisata,” tambahnya.

Banyak kalangan yang merasa takut dengan kemenangan Partai Islamis di Mesir, karena akan mengubah kebiasaan dan tata cara hidup mereka yang jahiliyah, termasuk adanya tari perut, yang sangat menjijikkan yang menjadi komoditas kalangan sekuler Mesir mencari rezeki hidup. Inilah yang akan dibersihkan dari kehidupan Mesir nantinya. (mh/tm)

 

About IslamPosting

Muslim

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Review

Review islamposting.wordpress.com/ on alexa.com
free counters
%d blogger menyukai ini: