you're reading...
Posting Berita

Gerakan Islam Mana Bermain Di Libya Sekarang?

 

Pasca Moammar Ghadafi tewas, Libya—seperti negara-negara Timur Tengah lainnya yang bergejolak dan mengalami nasib serupa dalam hal kepemimpinan—dengan cepat menggelegak antara; pembentukan pemerintahan baru dan hegemoni Barat di tanah Libya, dan ini: gerakan Islam yang mencari celah ke permukaan. Bagaimana peta sesungguhnya?

Menjadi seorang pemimpin militer utama di Libya dan mengakhiri 42 tahun pemerintahan Muammar Gaddafi, Abdel Hakim Belhadj menjamin kepada rakyat Libya dan Barat bahwa ia tak akan mencampuradukan gagasan politik dan agenda Islami-nya pasca-revolusi Libya.

“Dalam masa transisi, saya tidak memiliki keinginan untuk menjadi bagian dari apa pun,” kata Belhadj kepada Reuters pada Jumat 11 November.

Belhadj, komandan militer Tripoli yang mengontrol 25.000 mantan pemberontak, telah dianggap sebagai tokoh Islam dadakan pasca-Libya Gaddafi.

Belhadj juga yang mengumumkan kematian Gaddafi bulan lalu, dan sontak ia meraih perhatian televisi global.

Munculnya ia ke permukaan di balik fakta bahwa ia dianggap mewakili kelompok Islam di Libya telah membuat marah para pemimpin sekuler negeri itu yang merupakan bagian dari unjuk rasa terhadap rezim lama.

Tak urung, NATO yang mendukung pemberontakan, diliputi rasa cemas.

Selain itu, saingannya tak ketinggalan menyatakan bahwa Belhadj tampaknya berusaha untuk menjadi menteri pertahanan dalam pemerintahan transisi yang baru yang dibentuk bulan ini oleh Abdurrahim El-Keib.

“Saya ingin melayani bangsa saya dengan semua kekuatan dan kemampuan yang saya miliki, tapi untuk memilih mana dan bagaimana, itu terlalu dini untuk dibicarakan sekarang,” kata Belhadj.

Menderita di bawah rezim Gaddafi, Belhadj ditangkap oleh CIA di Asia dan diterbangkan secara rahasia ke Libya di mana ia diinterogasi dan disiksa oleh dinas keamanan Libya.

“Apa yang telah dilakukan kepada saya oleh dinas rahasia Amerika dan Inggris sangat disayangkan … Saya disiksa oleh CIA dan saya disiksa oleh dinas rahasia Libya,” Kata Belhadj

Namun dia menambahkan: “Saya tidak mencari balas dendam. Itu bukan cara saya…”

“Saya tidak berpikir negatif tentang bangsa ini,” katanya.

“Allah telah menciptakan kita sebagai suku dan bangsa dan telah memerintahkan kita untuk berbaur dan akan menilai kita menurut iman kita. Allah menciptakan kita berbeda sehingga kita dapat berbaur dan membangun kepentingan bersama,” tambahnya, mengutip sebuah ayat Alquran.

Libya Moderat

Tapi sebenarnya, bisa dibilang, perjuangan Belhadj terbaca pula dalam pola-pola yang berjalan di Mesir atau Tunisia. Di dua negara itu, gerakan-gerakan Islam terus merunduk dan mencari cara naik ke permukaan. Dan yang paling penting adalah; tidak dicap sebagai Islam garis keras.

Siapa sebenarnya Belhajd? Menjadi sosok yang dekat dengan Ali al-Sallabi, seorang ulama yang berbasis di Qatar, Belhadj juga bersandar pada demokrasi.

“Tidak ada yang perlu ditakut, tidak ada ekstremisme di Libya,” kata Belhadj masih kepada Reuters.

“Rakyat Libya adalah Muslim, mereka moderat, Islam rakyat Libya adalah moderat … Tidak ada Al-Qaeda di Libya dan tidak ada hubungan antara kaum revolusioner dan al Qaeda.”

“Saya tidak memiliki hubungan dengan al Qaeda,” tambahnya, menangani pertanyaan-pertanyaan tentang kebersamaannya dengan Kelompok Pejuang Islam Libya (LIFG) di Afghanistan sebelum invasi AS.

Namun, Belhadj tidak mengkonfirmasi keterlibatannya dengan sebuah proyek, yang disorot oleh al-Sallabi di Qatar pekan ini, untuk mendirikan sebuah partai Islam baru untuk pemilihan umum, yang sama dengan kaum gerakan Islam di Tunisia dan Mesir.

“Kami bercita-cita untuk membangun sebuah bangsa modern, bangsa hukum yang akan memiliki keadilan, kesetaraan dan kebebasan untuk semua,” kata Belhadj.

“Ini adalah standar yang tidak terjawab di bawah kekuasaan Gaddafi.

“Semua rakyat Libya berbaris bersama-sama,” tambahnya.

“Tidak ada yang terburu-buru untuk menaikkan bendera sendiri atau untuk meremehkan spanduk lain, dan ini adalah salah satu ciri khas dari revolusi ini.”

Mungkin perkataan (pandangan) Belhadj sama dengan apa yang dilontarkan oleh Partai Pusat Mesir. Partai ini konon merupakan sebuah kelompok yang berjuang selama 16 tahun untuk mendapatkan izin dari pemerintah Mubarak sebagai partai legal di Mesir, dan punya gagasan yang lebih jauh dalam mengelaborasi gagasan pasca-Islamisme. Pendirinya, Abul-Ela Madi, telah berusaha menengahi antara kekuatan agama dan liberal.

“Kami tidak sekuler maupun Islam,” katanya. “Kami di antara keduanya.”

Lantas, apa? (sa/onislam)

 

About IslamPosting

Muslim

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Review

Review islamposting.wordpress.com/ on alexa.com
free counters
%d blogger menyukai ini: